Loading....
*) Apabila Ada Request Lokasi Penyembelihan, Bersedia Untuk Diubah Ke Lokasi Lain Apabila Lokasi Tersebut Telah Memenuhi Kuota
LAZNAS Dewan Dakwah - Qurban Sapi Kuatkan Syiar Dakwah di Pedalaman. Sahabat, kenapa sih kita harus kirim qurban ke Pedalaman?
Penting bagi kita untuk melihat, bila di daerah kita sudah cukup banyak yang berqurban, apalagi berlebih seperti di wilayah kota yang cukup maju, mungkin kita perlu menengok ke Pedalaman yang masih minim orang berqurban.
Tak sedikit saudara-saudara kita di Pedalaman makan daging hanya setahun sekali di masa Idul Adha. Ada yang bersyukur, “Alhamdulillah, kemarin dapat bantuan, rasanya baru kali ini bisa makan daging.”
Jangankan daging qurban, makanan pokok berupa segenggam nasi saja begitu berharga bagi mereka. Di tempat lain ada yang bilang “makan nasi sama kecap aja udah cukup enak ganjel perut”.
Selain itu sahabat, tak sedikit kisah para da’i (guru ngaji) di Pedalaman yang kini juga sangat membutuhkan penguatan dakwah untuk umat binaannya.
Terlebih untuk kampung-kampung mualaf yang sangat membutuhkan perhatian, pengiriman qurban tidak hanya menjadi penguat keimanan agar mereka tidak kembali pada kepercayaannya yang lama, tetapi juga sangat membantu bahan pangan yang memang masih minim dan terbatas.
Oleh karena itu, dengan “Bismillah Bisa Qurban” tahun ini Laznas Dewan Dakwah mengajak kepada sahabat dakwah semua untuk optimis berqurban ke Pedalaman.
*) Harga Qurban, Meliputi Pengadaan Hewan Qurban, Penyembelihan, Dan Pendistribusian.
*) Apabila Ada Request Lokasi Penyembelihan, Bersedia Untuk Diubah Ke Lokasi Lain Apabila Lokasi Tersebut Telah Memenuhi Kuota
*) Apabila Tidak Terpenuhi 1/7 Sapi, maka Akan di alihkan ke domba/ Kambing
Kriteria Pedalaman:
1. Aksesibilitas Terbatas : Lokasi sulit dijangkau, jalan tanah, berbatu, rusak parah, atau harus menggunakan akses perairan/sungai.
2. Minim Infrastruktur Dasar : belum masuknya jaringan listrik 24 jam, susahnya sinyal komunikasi, hingga minimnya sumber air bersih dan fasilitas kesehatan.
3. Kondisi Ekonomi Prasejahtera : Mayoritas penduduk berada di garis kemiskinan, daging sapi atau kambing menjadi komoditas mewah yang sangat jarang dikonsumsi dalam keseharian.
4. Wilayah Defisit Qurban : sangat minim atau tidak ada mudhohi (orang yang berqurban) dari warga lokal, sehingga masyarakatnya jarang tersentuh pembagian daging qurban.
5. Titik Pembinaan Berkelanjutan : Lokasi seperti wilayah masyarakat adat, daerah binaan mualaf, atau kawasan rawan akidah.