Loading....
LAZNAS Dewan Dakwah - Tangis kehilangan dan teriakan tahlil bukan lagi hal yang baru untuk saudara kita di Gaza. Gaza tak lagi indah. Tak ada lagi rumah untuk berteduh, bahkan keluarga untuk saling menguatkan. Kehilangan adalah hal yangs setiap jari dirasakan warga Gaza. Hidup terpelanting dari Utara ke Selatan hanya untuk terus-terusan diserang.
Hancur dan kehancuran adalah pemandangan yang tak lagi asing di Gaza. Rumah-rumah, tempat ibadah, sekolah, bahkan rumah sakit. Tidak ada yang tersisa5 bulan berlalu, lebih dari 150 hari tanpa henti, serangan demi serangan masih terus dilakukan.
Lebih dari 35.000 jiwa wafat begitu saja. Daftar panjang nama-nama mereka hanya jadi pajangan. Israel masih terus menyerang. Menanti bantuan, ditargetkan serangan. Berpindah ke Rafah pun sama. Gaza digenosida habis-habisan.
Ketika kita menjalani hari-hari dengan indah, penuh nikmat; kesehatan dan keamanan dari Allah Ta'ala, saudara kita di Gaza menjalani hari dan waktu sambil bertahan di tengah gempuran serangan. Ketika kita tidur lelap, saudara kita di sana bersiap, sebab malam adalah waktu yang Israel menyerang. Pagi cerah, hujan, dan kedinginan dilalui warga Gaza dengan penuh kebingungan sebab ayah, ibu, kakak, atau adik dan saudara pasti jadi salah satu jenazah.
Saat ini saudara kita masih mencoba bertahan di tengah serangan dalam situasi yang menyedihkan selama berbulan-bulan. Mereka mempertahankan tanah air mereka sekaligus salah satu tanah suci kita. Mereka bertahan, kita kuatkan, Allah pasti menangkan.
Mari #maksimaalkan dukungan kita untuk saudara di Gaza. Buat mereka tersenyum bahagia dengan bantu kuatkan perjuangan mereka sampai merdeka.